Pages

Thursday, October 1, 2015

Lebih Santai Berwisata berkat HdG Team

Apabila ada penambahan hari libur di luar hari Sabtu-Minggu biasanya kami berlibur ke Tempat Wisata di Garut, pasti saya serta sebagian rekan bakal memakai saat untuk berwisata ke luar kota. Sekurang-kurangnya saat tiga hari bakal memberi keleluasaan untuk pilih tempat obyek wisata. Nah, saat ada seseorang rekan mengingatkan bahwa ada tiga hari yang bisa digunakan untuk berwisata, jadi selekasnya saya memakai kecanggihan tehnologi service HDG Team Pemandu Wisata Terbaik dari CV Hotel di Garut. yang ada pada smartphone Andromax R yang saya punyai. Dengan jaringan yang luas, cepat serta stabil, saya bisa dengan gampang mencari ticket pesawat serta hotel, serta pada akhirnya tuing... ticket Jakarta - Palembang pulang pergi serta voucher hotel di Palembang telah ditangan.
tempat wisata di garut

 Tidak ada Hari Tanpa ada Pempek

Jadi berangkatlah saya dengan sebagian orang rekan menuju kota Palembang dengan maksud untuk mengubeg, blusukan, serta icip-icip kuliner Palembang. Sesudah mendarat di bandara Sultan Badaruddin II, kami mulai kasak-kusuk, ingin pergi kemana dahulu, pada akhirnya kami mengambil keputusan menghubungi seseorang rekan yang cukup memahami perihal dunia perkulineran di Palembang, tentu dengan memakai Andromax R. Komunikasi telephone bisa berjalan dengan jernih, serta kami memperoleh tips untuk menuju ke tempat Pempek Saga Sudi Singgah, yang buka lebih awal, daripada pusatnya yang buka lebih siang.

Supaya berani menyebutkan diri sudah mengetahui budaya serta kebiasaan istiadat Palembang, jadi sesudah bertandang ke Palembang, mesti tahu langkah makan pempek yang benar. Langkah makan pempek yang benar yaitu dihirup cukonya, baru pempek disantap, bukanlah di celupkan ke cuko. Luar umumnya, pempek bisa dikonsumsi waktu makan pagi, makan siang ataupun makan malam.

Pempek Saga menyajikan Pempek Panggang, memiliki bentuk bulat serta dibakar, lantas ada Lenggang Panggang yang dikocok dengan telur lantas diletakkan pada daun pisang, baru dibakar. Dua varian pempek ini jadi andalan Pempek Saga, terkecuali keduanya, kami nikmati juga Rujak Tahu, yang di sajikan berbarengan tahu, soun serta pempek, Pempek Adaan serta Kapal Selam kecil.

Sesudah kenyang dengan pempek, kami menyerbu Mie Celor, mie yang dicelup-celup dahulu saat sebelum di sajikan berbarengan kaldu udang.
Dilanjutkan minum Es Kacang Merah atau Es Campur Asuik Koboy serta pia di lokasi Dempo.

Perjalanan dilanjutkan dengan melalui Benteng Kuto Besak (BKB) serta berkunjung ke Museum Sultan Badaruddin II. Gedung museum ini dulunya sisa Keraton Kesultanan Palembang yang dipugar lantaran hancur waktu perang kemerdekaan.

Usai nikmati Museum yang banyak menaruh koleksi histori Sumatera Selatan, perjalanan kuliner dilanjutkan dengan pelajari denyut nadi orang-orang Palembang di Pasar Ilir 16. Bermula menyantap Pindang Pegagan di Warung Apung di pinggir Sungai Musi, lantas masuk ke Pasar Ilir 16 icip-icip Soto serta Sop Ayam Palembang Haji Daud. Disudahi dengan " ngopi " di dalam pasar. Kopi yang di jual di Palembang, biasanya datang dari Pagar Alam di lereng Gunung Dempo. Sepanjang dalam perjalanan, pasti saya senantiasa memakai smartphone Andromax R untuk mengabadikan situasi ataupun ber selfie, baik berbentuk photo ataupun video.

Malam hari, sesudah istirahat, sholat serta mandi di Hotel Horison Ultima, kami menuju Warung Apung di dekat BKB, warung Apung Mang Ujuk ini sediakan makanan ringan berbentuk : lenggang goreng, tekwan, jenis, pempek dos, pisgor, serta risoles.

Acara hari pertama disudahi dengan makan malam yang indah sembari melihat keindahan Jembatan Ampera pada malam hari yang penuh dengan lampu hias. Untuk menuju rumah makan yang ada di Ulu, rumah makan sediakan jemputan dengan ketek (perahu) dari lokasi BKB di Ilir. Dinner dikerjakan di Kampung Kapitan dengan menu : sup iga, cumi goreng tepung, ayam goreng, kangkung ca cumi, udang telur asin, dan cumi pedas. Saya dengan gampang kirim foto-foto ke rekan-rekan di Jakarta dengan memakai sarana tehnologi 4G LTE Advanced yang terkoneksi dengan jaringan luas, cepat serta stabil. Pulang ke hotel, kami segera tidur lantaran kelelahan serta kekenyangan.

Hari ke dua sesudah santap pagi di resto hotel, kami menuju ke warung sarapan warga Palembang, saat itu warung cukup ramai dengan warga yang makan pagi, mengakibatkan sebagian menu habis, seperti ragit serta celimpungan. Masih tetap untung, kami masih tetap kebagian sarapan berbentuk : laksan, burgo, nasi lemak, pisang ketan, serta ubi.

Usai sarapan di warung sarapan khas Palembang, kami berusaha untuk blusukan di Pasar Cinde, lihat bumbu serta beli jajan pasar. Lantas balik ke hotel, terus jalan kaki. Pasar Cinde, pasar dengan arsitektur seperti Pasar Johar Semarang. Cukup banyak jajan pasar yang dicoba, seperti kue delapan jam yang super manis, serta kue-kue yang lain.

Usai icip-icip jajan pasar Palembang, kami menuju daerah Kertapati untuk berbelanja di sentral oleh-oleh Khas Palembang Mang Din. Lantas beli Sate Palembang yang memakai bumbu cuko di Warung Wak Din, untuk disantap di Plaju.

Menu makan siang hari ke dua yaitu Pempek Akiun Plaju : otak-otak, pempek kapal selam, keriting, kulit, jenis, tekwan, serta pempek Pistel, pempek dengan isi irisan pepaya. Sebagai andalan Akiun yaitu jenis serta tekwan. Makan siang jadi tambah enak, lantaran ada es kacang merah yang di sajikan dalam gelas. Daerah Plaju walau agak diluar kota Palembang, komunikasi terus jalan selalu, kami dengan cara aktif kirim foto-foto pada rekan-rekan di Jakarta, tentu karena service 4G LTE yang lebih maksimal dengan cakupan lokasi yang luas (Frequency Division Duplex) serta kemampuan bandwidth Time Division Duplex yang disiapkan yang semakin besar dibanding operator lain, jadikan lebih cepat dalam tiap-tiap pengiriman photo juga video.

Melalui kompleks Sport Centre Jaka Baring atau Gelora Sriwijaya, kami singgah di masjid Mohammad Cheng Ho yang mempunyai arsitektur Cina, Arab serta Palembang. Beberapa rekan-rekan lakukan sholat di masjid yang di bangun th. 2005.

0 comments:

Post a Comment